Tahukah Kamu Tentang Community Based Tourism?

alisakusumaUncategorizedLeave a Comment

https://balicitizen.com/pemandangan-sawah-yang-instagramable-di-indonesia/

Community Based Tourism (CBT) adalah sebuah konsep perkembangan komunitas pariwisata masyarakat dimana masyarakat pedesaan merupakan pelaku utama dalam mengembangkan sumber daya pariwisata yang ada pada desa tersebut. Dari beberapa penelitian di berbagai negara, CBT dapat membantu masyarakat meningkatkan pendapatan, memperluas kesempatan ekonomi, melestarikan adat dan budaya serta lingkungan alam sekitarnya serta meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan pelatihan dan pendidikan. CBT harus dijalankan, diusahakan, dimiliki dan dikelola oleh masyarakat itu sendiri, mereka harus terlibat aktif dalam perencanaan, memutuskan, menjalankan program, serta mengatur semua kegiatan pariwisata yang berada disekitar mereka.

 

CBT memiliki 4 kata kunci yaitu ekonomi, sosial, politik, budaya lokal, yang maksudnya adalah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa pada bidang ekonomi, dengan cara tenaga kerja (menciptakan lapangan kerja) di destinasi wisata yang berbasis CBT yang mengutamakan masyarakat lokal. Kemudian dalam bidang sosial dimana masyarakat desa akan bangga pada desanya yang semakin maju dan berkembang hingga dapat terkenal di kalangan turis lokal maupun mancanegara. Sementara di bidang politik, dengan adanya CBT maka dapat menciptakan masyarakat yang kritis terhadap realitas sosial yang ada, dengan cara pengambilan keputusan yang didasari pada argumen yang kuat dan ramah di berbagai bidang. Serta dalam bidang budaya lokal adalah konsep CBT ini tidak menghapuskan budaya lokal yang ada di masyarakat, justru budaya lokal yang menjadi keunikan pada destinasi wisata tersebut, sehingga harus tetap dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat lokal itu sendiri.

http://www.wowrez.com/apa-itu-desa-wisata/

CBT sebaiknya diterapkan pada desa-desa yang berpotensi memiliki sumber daya pariwisata yang dapat dikembangkan oleh para penduduk lokal, agar keuntungan-keuntungannya juga dapat langsung berimbas kepada masyarakat desa itu sendiri. Namun memang pendekatan menggunakan konsep ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan pendekatan yang sistematis secara terus menerus, dari awal dengan mempelajari potensi dan  kemampuan serta keinginan masyarakat di satu wilayah (bisa satu desa atau mungkin hanya bagian dari satu desa) untuk terlibat dalam kegiatan pengembangan pariwisata, serta memonitor perkembangannya dan mengevaluasi efek negatif dari pariwisata itu sendiri terhadap masyarakat serta sumber daya alam dan lingkungannya.

 

Untuk inisiasi awal biasanya pengembangan pembangunan pariwisata berbasis masyarakat ini sering dilakukan oleh pemerintah setempat, tetapi terkadang banyak juga yang sudah dilakukan oleh masyarakat desa tersebut yang menyadari potensi wisata yang ada di sekitar mereka. Sehingga perlakuan awal dalam program CBT ini akan berbeda-beda, tergantung dari mana inisiasi ini berasal, jika berasal dari masyarakat itu sendiri maka mereka sudah mulai paham apa itu pariwisata, ekses positif dan negatif dari pariwisata itu sendiri dan dimana mereka akan berperan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup mereka. Sehingga waktu yang dibutuhkan mungkin akan berkurang lamanya dengan program yang diinisiasikan oleh pemerintah.

0 votes

Diskusi / Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *