Kapal Tongkang Lukai Terumbu Karang di Pulau Karimunjawa

alisakusumaUncategorizedLeave a Comment

 

sumber gambar : https://www.tajuktimur.com/headline/greenpeace-halau-tongkang-batu-bara-dari-taman-nasional-karimun-jawa/

Film dokumenter “Sexy Killer” akhirnya telah membuka mata dan hati masyarakat luas, tentang sisi lain yang tak pernah tampak pemberitaan di media. Banyak kasus yang akhirnya terbongkar, seperti efek pertambangan batu bara yang menyisakan kubangan-kubangan raksasa yang ditinggalkan begitu saja tanpa ada perbaikan lahan pasca pertambangan batu bara. Reklamasi atau perbaikan pada lahan bekas pertambangan hanyalah janji manis yang diberikan. Permasalahan tak hanya pada dampak pertambangan namun berlanjut hingga pengiriman batu bara. Batu bara yang telah di ambil dari kalimantan lalu dikirim ke berbagai tempat seperti PLTU, pada prosesnya PLTU membutuhkan bahan bakar yaitu batu bara untuk dibakar lalu uap pembakarannya dapat menggerakan mesin turbin untuk pembangkit tenaga listrik. Namun dalam proses pengirimannya juga beberapa telah memberikan efek buruk pada lingkungan, seperti pengiriman batu bara ke berbagai PLTU yang tersebar di Jawa dan di Bali. Pengiriman batu bara melalui jalur laut menggunakan kapal tongkang besar yang mengangkut dan membawa batu bara ke tujuan.

 

Dalam perjalanan sebenarnya kapal tongkang tersebut memiliki rute yang telah ditentukan, namun banyak dari beberapa tongkang-tongkang itu memasuki kawasan konservasi di Taman Nasional Karimunjawa, mereka dengan ilegal melewati atau bahkan melempar jangkar di pulau Karimunjawa, dengan dalih cuaca buruk atau alasan gangguan mesin, dan bahkan kehabisan bahan bakar, lalu tongkang tersebut parkir dan membuang jangkar di karimunjawa. Kehadiran kapal tongkang yang melintas atau parkir di Karimunjawa mengakibatkan rusaknya alam bawah laut yang ada di sekitar Karimunjawa karena terlindas dan hancur tertimpa jangkar, tak hanya berdampak pada kerusakan terumbu karang namun juga beberapa batu bara yang sedang diangkut lalu jauh dan tumpah sehingga mencemari laut juga telah sangat merugikan lingkungan.

 

Padahal Taman Nasional Karimunjawa (TNKJ) merupakan salah satu kawasan konservasi yang ada di Indonesia, yang terletak di Kabupaten Jepara. TNKJ memiliki keanekaragaman biota laut dan terumbu karang yang alami, 72 karang dari 19 famili dan ikan karang yang teridentifikasi ada 16 famili. Kekayaan jenis terumbu karang dan keanekaragaman biota laut tersebut menarik para wisatawan (dalam dan luar negeri) untuk mengunjungi TNKJ.

 

sumber gambar : https://twitter.com/greenpeaceid/status/992331946649731074

Sejak awal 2017 kerusakan kerusakan terumbu karang yang disebabkan oleh tongkang-tongkang di kawasan Karimunjawa telah terjadi dan luas kerusakannya juga tak sedikit yaitu hingga ribuan meter. Laporan tentang kerusakan terumbu karang telah dilaporkan pada DPRD pada Maret 2017, namun hingga bulan Mei 2017 tak ada respon atas laporan itu. Bukannya mendapat respon dan penyelesaian atas masalah terumbu karang yang dirusak oleh tongkang-tongkang batu bara itu, tetapi pada September 2017 tindakan merusak ini bertambah parah akibat adanya kapal yang mengangkut mobil derek ke Pare-Pare dan mengenai terumbu karang yang ada di perairan sekitar Karimunjawa.

sumber gambar : https://travelingyuk.com/save-karimunjawa-batu-bara/103221/

Masalah tersebut telah menjadi keresahan masyarakat di pulau Karimunjawa, sebab masyarakat di sana menggantungkan hidupnya dari melaut dan penggiat wisata. Keresahan itu akhirnya sampai kepada sebuah organisasi lingkungan hidup internasional, seperti aktivis Greenpeace dan Rainbow Warrior yang telah melakukan penelitian, dan menemukan banyak terumbu karang yang rusak yang disebabkan oleh kapal tongkang yang parkir sembarangan. Bersama nelayan dan juga aktivis lingkungan hidup internasional yang melakukan aksi demo yang dilakukan secara langsung dengan menghalau tongkang baru bara yang memasuki kawasan TNKJ agar mereka keluar dari kawasan TNKJ. Aksi demo ini berjalan dengan damai.

 

Jika permasalahan ini tak mendapat perhatian dari pemerintah untuk menyelamatkan terumbu karang, maka tak menutup kemungkinan terjadinya kerusakan terumbu karang serta pencemaran laut yang disebabkan oleh kapal tongkang batu bara akan semakin parah. Untuk itu kita semua harus ikut menjaga keindahan dan kelestarian alam.

 

Pada awal 2019 Taman Nasional Karimunjawa telah memiliki peta Laut untuk menegaskan kepada para pihak terkait agar dapat mengikuti aturan demi menjaga ekosistem di kawasan konservasi laut ini. Karena aktivitas pengiriman baru bara yang menggunakan kapal tongkang akan terjadi setiap hari dan ditambah pula dengan PLTU Batang yang akan menjadi PLTU terbesar se-Asia, tentu aktivitas tongkang batu bara akan semakin banyak. Jika pelangaran-pelanggaran yang terjadi selama ini tidak mendapat perhatian serta regulasi yang jelas, maka kerusakan terumbu karang dan laut di perairan Karimunjawa akan semakin parah yang dapat menyebabkan hilangnya salah satu potensi wisata di Indonesia.

 

0 votes

Diskusi / Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *