Homestay Desa Wisata Lestarikan Budaya Indonesia

alisakusumaUncategorizedLeave a Comment

http://www.bumn.go.id/borobudur/berita/1-Sendratari-Ramayana-Sebagai-Bentuk-Globalisasi-Seni-Atraksi-Indonesia

Berbicara tentang budaya, tentu Indonesia adalah salah satu negara yang dapat disebut sebagai negara yang kekayaan akan budaya yang sangat melimpah . Indonesia terbentuk dari pulau-pulau yang memiliki keanekaragam suku, ras dan budaya, sehingga menciptakan budaya yang beragam dari Sabang sampai Merauke. Kita harus bangga akan kekayaan yang kita miliki bahkan yang tak dapat dimiliki oleh bangsa lainnya. Banyak turis asing sengaja berwisata ke Indonesia karena kagum dan tertarik untuk melihat secara langsung keberagaman budaya di Indonesia. Jika bangsa negara lain saja menyukai budaya kita tentunya kita harus lebih dari suka, yaitu mencintai bahkan melestarikan budaya Indonesia.

 

Saat ini pemerintah ingin terus meningkatkan kunjungan turis asing, yang sepanjang 2018 telah mencapai 15,81 juta kunjungan, angka ini naik sebesar 12,58% dibandingkan dengan jumlah kunjungan turis asing pada tahun 2017 yang berjumlah 14,04 juta kunjungan. Sehingga saat ini pemerintah sedang berusaha terus untuk meningkatkan jumlah turis asing yang berkunjung ke Indonesia pada tahun 2019 ini, yang ditargetkan sebesar 20juta kunjungan. Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan jumlah kunjungan turis asing adalah Rumah Wisata (Homestay) Nusantara.

https://fajar.co.id/2017/07/07/bpiw-dan-kemenpar-kerjasama-dalam-percepatan-homestay-10-bali-baru/

Apa itu Homestay Nusantara? Homestay Nusantara adalah penginapan yang berbentuk seperti dirumah namun memiliki keunikan identitas budaya, masing-masing rumah akan mengikuti arsitektur kebudayaan yang ada di daerah tersebut sehingga mempunyai ciri khas yang tak dimiliki oleh Homestay lainnya atau bahkan penginapan lainnya seperti hotel. Homestay Nusantara merupakan program pemerintah yang bertujuan meningkatan kunjungan turis asing. Program ini telah dimulai sejak 2016 dengan diadakannya sayembara desain Rumah Wisata dengan Arsitektur Nusantara, sayembara ini diikuti oleh 1.279 arsitek dan 728 karya. Antusiasme yang luar biasa dari anak muda Indonesia membuat sayembara Rumah Wisata (Homestay) Nusantara menjadi sayembara dengan peserta terbanyak di Indonesia dan mencetak rekor MURI. Lalu dari 30 karya peserta yang terpilih akan menjadi inspirasi untuk membangun Homestay di destinasi Pariwisata Indonesia. Tren Homestay Desa Wisata akan sangat cocok untuk Indonesia yang memiliki keragaman budaya dan 74.959 desa yang ada. Keberhasilan program Homestay Nusantara sudah terlihat dari meningkatnya jumlah turis asing yang berkunjung di Indonesia tiap tahunnya, sehingga target yang ingin dicapai sebesar 20 juta kunjungan pada 2019 seperti sebuah harapan yang semakin nyata di depan kita.

 

Homestay Nusantara ini terdapat 2 istilah jenis akomodasi, yaitu pondok wisata dan rumah wisata. Pondok Wisata adalah usaha penyediaan jasa pelayanan penginapan bagi umum dengan pembayaran harian yang dilakukan perseorangan dengan menggunakan rumah tinggal yang dihuni oleh pemiliknya dan dimanfaatkannya sebagian rumahnya untuk disewakan dan memberikan kesempatan pada wisatawan untuk berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari pemiliknya. Sedangkan Rumah Wisata adalah usaha pengelola atau penyedia akomodasi secara harian berupa bangunan rumah tinggal secara utuh yang disewakan kepada wisatawan yang dimiliki dan dikelola oleh komunitas masyarakat. Dari definisi pondok wisata dan rumah wisata telah terlihat perbedaannya dimana pondok wisata hanya menyewakan sebagian rumahnya atau maksimal 5 kamar untuk disewa lalu ditinggali oleh pemiliknya, memenuhi standar pondok wisata, dan dikelola oleh perseorangan atau kelompom. Sedangkan rumah wisata terdiri dari satu atau beberapa rumah, tidak harus ditinggali oleh pemiliknya, desain menggunakan arsitektur nusantara , serta dikelola oleh perseorangan atau badan hukum.

https://krjogja.com/web/news/read/17481/Homestay_Desa_Wisata_Di_Kawasan_Perbatasan

Homestay Nusantara terdapat beberapa kriteria lokasi desa wisata yang dapat dipenuhi pemilik Homestay agar mendorong rasa nyaman dan aman bagi wisatawan yang berkunjung. Terdapat 3 kriteria Lokasi desa wisata yang berfokus pada 3A (Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas) dan menggunakan material lokal pada Homestay yang bernuansa Arsitektur Nusantara. Kriteria tersebut termasuk berupa adanya atraksi wisata atau terdapat kegiatan wisata yang ada didekat Homestay, berbasis alam ataupun budaya. Lalu aksesibilitas desa dapat diakses dengan mudah oleh kendaraan roda 4, roda 2, maupun pejalan kaki dan lokasinya mudah untuk dicari seperti melalui google map. Serta amenitas dimana tersediannya jalan, listrik, air bersih  provider  telfone yang stabil dan menyeluruh. Namun juga ada beberapa kriteria lainnya seperti legalitas dan keamanan tanah homestay yang digunakan, lalu kesiapan masyarakat desa dengan dijadikannya desa wisata, dan luas tanah juga harus diperhatikan jika sewaktu-waktu mengalami pengembangan. Untuk bangunan homestay desa wisata memiliki standar minimal seperti membuat bangunan bernuansa keunikal lokal di desa itu, sesuai dengan kontek budaya dan lingkungan sekitar, luas bangunan 30m.

 

Lalu apa keuntungan dari dibuatnya program pengembangan Homestay desa wisata untuk masyarakat? Dengan program ini, Kementrian Pariwisata mendorong masyarakat lokal untuk menjadi pelaku utama pariwisata untuk desanya masing-masing. Serta diharapkan dapat memberikan dampak yang bagus kedepannya untuk membangun perekonomi perdesaan, lalu tetap dapat menjaga dan melestarikan budaya lokal serta dapat menjaga alam agar tetap terjaga keasriannya.

0 votes

Diskusi / Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *